Mellow Story (The PHP Never Dies Strory)

on Kamis, 19 Februari 2015
Assalammualaikum wr wb
What's up ? Udah lama banget gua gak nge-post. Ohya Heppeh New Year yow, semoga apa yang elo harap bisa terkabul di tahun 2015, aamiinn. Telat ? Its oke, its better late than never :D. Nge-blog sembari nugas adalah hal yang biasa buat gua. Kali ini gua dapet tantangan sama temen" kampus gua yang minta gua nulis cerita mellow. What ? itu kan buah warna hijau itu ? yang bulat, manis. Eh talenan berjamur itu melon -_-.

Mungkin ini artikel mellow gua yang pertama (dan terakhir kayanya) yang gua post disini. So, pernahkan kalian di php-in oleh seseorang ? Mungkin sebagian orang bilang "UDAH, SAKIT TAU !!!". Oke, gua salah satunya *ngaku lagi haha*. Sebetulnya, php itu beda tipis sama ge-er. So, php terjadi ketika kita yang udah yakin seyakin yakinnya dengan 99% peluang untuk mendapatkan doi, dengan songong lu akan bilang "Tuh *siapa kek cowo/cewe* ntar lagi jadi milik gua" *dengan senyum kampret pastinya*. And guess what ? keesokan harinya si doi udah sama orang lain dan lu bilang ke semua orang "Dasar php".

Yeeh, ge-er lo. Sudah", jangan bicarain php lagi. Mungkin kita bisa mengambil hikmah dibalik di gagalnya kita dengan si doi. Hah ? Hikmah dari php gua ? Damnit. Jadi intinya, ketika lo ber-ekspektasi terlalu tinggi, lo akan sakit hati. Namun, dibalik kegagalan percintaan lo, ada hal yang patut disyukuri. Yap, mungkin tuhan tidak meridhoi hubungan kita dengan si doi itu. Apakah si doi itu memang bukan yang terbaik buat kita atau memang di masa depan dia bukan pasangan hidup kita. Yang jelas, tuhan sudah mengatur segalanya dengan rapih dan kita hanya perlu menjalaninya dengan benar dan teratur dan tidak keluar dari garis kehidupan kita.

Penutup, php bukan akhir dari segala kisah percintaan lo. Mungkin lewat php kita bisa lebih menjadi dewasa dan lebih berhati-hati dalam segala hal. Jangan pernah berpikir bahwa php itu like fire will burn you alive *halah apa sih artinya, heheu*. So, php memberi kita suatu hal yang mendalam : Jangan terlalu memaksakan kehendak apabila itu memang bukan yang terbaik buat kita. Yang terjadi adalah kecewa, sakit hati, dan putus asa.

Alright, thanks for visit. Gua gatau ini mellow atau enggak tergantung dari penilaian visitor gua sih heheh. Thanks for coming :).


0 komentar: